Selasa, 12 Agustus 2008

Musik Tanah Air Kita

MUSIK TANAH AIR KITA HARI INI

Jika dilihat secara kuantitas, perkembangan musik Tanah Air kita hari ini cukup berkembang pesat. Apalagi saat ini banyak band-band pendatang baru bermunculan bak jamur dimusim hujan. Dengan berbagai karakter musik yang bervariasi. Namun jika dilihat secara kualitas pada dunia musik Indonesia saat ini belum membuat perubahan yang berarti.



Faktor pasar memang menjadi momok yang menakutkan bagi insan musik kita . mereka selalu dituntut untuk membuat lagu sesuai selera pasar yang sedang berkembang saat ini, sehingga kebanyakan band-band baru yang muncul saat ini hanya bisa numpang lewat saja. Karena mereka tidak bisa menampilkan musik sesuai keinginan dan idealisme mereka sendiri.

Para insan musik kita seolah-olah di kekang dan diperbudak oleh para pengusaha rekaman. Mereka dituntut untuk membuat lagu sesuai pasar yang sedang berkembang. Kalau demo-demo lagu mereka yang ditawarkan kepada perusahaan rekaman secara kualitas cukup bagus, tapi tidak sesuai dengan pasar secara otomatis mereka akan ditolak mentah-mentah oleh perusahaan rekaman. Karena perusahaan rekaman tidak mau ambil resiko mengalami kerugian akibat menjual lagu-lagu yang tidak sesuai telinga orang Indonesia saat ini.

Jenis aliran musik yang disukai kebanyakan masyarakat Indonesia saat ini adalah pop. Dimana-mana saat ini lagu-lagu pop menjadi puncak chart musik baik di Televisi ataupun Radio. Meskipun terkadang beberapa grup band tanah air kita memakai kedok musik rock, tetapi dalam setiap lagu-lagunya lebih didominasi lagu-lagu bernuansa pop karena lebih simpel, musiknya mudah dinyanyikan, dan lirik-liriknya tidak jauh berbeda dengan bahasa kita sehari-hari. Sehingga musik pop disukai berbagai kalangan baik dewasa maupun anak-anak.

Selain aliran musik pop yang berkembang, sebenarnya musik-musik aliran lain mulai akrab ditelinga para pecinta musik Indonesia seperti rap, jazz, reggae dan sebagainya. Meskipun itu hanya bersifat segmented, tapi aliran musik tersebut akan terus berkembang, dan bukan tidak mungkin beberapa tahun kemudian masyarakat kita mulai beralih ke aliran-aliran musik tersebut akibat kejenuhan pada musik-musik pop saat ini.

Matinya Musik Rock

Pada zamannya dulu, sebenarnya Musik Rock pernah mengalami masa-masa emasnya, yaitu sekitar tahun 70-80an. Kala itu ada The Rollies yang melambungkan Alm. Gito Rollis sebagai vokalisnya. Godbles yang melambungkan Ahmad Albar sebagai vokalisnya yang sekarang sudah punya rumah baru (lapas) karena tersangkut kasus narkoba. Kantatatakwa dan masih banyak lagi. Musik-musik rock yang yang berkembang pada zaman tersebut tidak lain memang terpengaruh oleh band-band rock dari barat, karena pada waktu itu juga, di barat khususnya Amerika banyak bermunculan band-band macam The Rollingstone, The Beatles, Guns n Rosses, Nirvana dll. Kala itu musik mereka banyak digemari oleh masyarakat diseluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia, bahkan para para fans-fans setianya masih ada sampai sekarang dengan membentuk suatu komunitas.

Namun itu semua kini tinggal kenangan. Zaman sudah berubah. Kegemaran masyarakatpun sudah berubah pula. Saat ini jika masih ada grup-grup band yang beraliran rock macam rock-rock klasik zaman dahulu otomatis tidak akan diminati masyarakat, karena itu dianggap sebagai musik kuno.

Munculnya Musik Pop

Kita semua mungkin mengenal lagu Kolam Susu, Bujangan, atau Pramuria. Itu adalah lagu milik grup band legendaries koesploes. Koesploes mungkin bisa kita anggap sebagai legenda musik pop Indonesia. Lagu-lagunya banyak disukai masyarakat. Tidak hanya pada zamannya. Namun sampai saat ini lagu-lagunya masih banyak kita dengarkan di radio-radio. Tidak hanya versi lamanya, namun versi barunya yang dibawakan grup band masa kini dengan di aransemen ulang masih sangat asyik untuk kita dengarkan.

Musik pop memang sudah ada sejak dahulu. Namun pada waktu itu masih kalah bersaing dengan musik-musik rock. Pada waktu itu, rambut gondrong, celana cutbrai, dan suara melengking tinggi itulah cirikhas musik rock zaman dahulu.

Pada tahun 90-an musik pop mulai ada perkembangan dengan munculnya Dewa 19. meskipun aliran musik mereka poprock, tapi lagu-lagu bernuansa pop lebih mendominasi pada tiap-tiap albumnya. Slank, meskipun aliran musik mereka rock, namun lagu-lagu mereka yang menjadi hits rata-rata bernuansa pop. Dan masih banyak lagi lainnya seperti kla projek, gigi, jamrud dsb.

Disusul pada tahun 2000-an sedang dalam masa-masa puncaknya sampai sekarang ini. Pada tahun-tahun tersebut banyak bermunculan band-band baru seperti, padi, Sheila on seven, jikustik, stinky, dan masih banyak lagi. Album-album mereka terjual jutaan keeping, dan konser-konser mereka sukses dimana-mana, lagu-lagunya menjadi hits diradio-radio, dan berbagai kesuksesan lainnya yang telah mereka capai.

Band Rock Turun Gunung

Jika ditanya adakah band rock saat ini yang tetap eksis, dan laku dalam masyarakat kita saat ini. Maka jawabannya hampir pasti tidak ada. Tidak bermaksud mengatakan tidak ada namun sebenarnya ada, tapi musik mereka bukan lagi rock, tetapi lebih bernuansa pop,alias menuruti pasar sesuai karakter orang Indonesia saat ini. Kita lihat saja band semacam Dewa, Padi, Gigi, Slank, dsb. Pada mulanya musik mereka sebenarnya beraliran rock, namun karena tuntutan pasar, musik mereka berubah menjadi pop. Meskipun dalam tiap album-album mereka masih menyelipkan satu dua lagu rock, namun yang menjadi hits, tetap saja lagu-lagu mereka yang bernuansa pop. Lagu-lagu rock dalam album-albumnya hanya sebagai pelengkap atau sebagai penjaga identitas mereka sebagai band rock.

Kita lihat saja Jamrud, Boomerang, Powermetal, Powerslave. Lagu-lagu mereka saat ini sudah tidak laku lagi di pasaran. Seandainya mereka tetap bersikukuh menjaga idealitas musik mereka, maka dipastikan band mereka akan segera gulung tikar, atau kurang lagi diminati oleh pasar.

Kita lihat lagi Ungu. Band yang satu ini pada mulanya mengusung aliran pop rock. Namun jika kita mendengar dalam album barunya, maka yang kita dengar kesemua lagunya bernuansa pop. Tetapi justru karena lagu-lagu pop tersebut, mereka sekarang merajai industri musik Indonesia. Dan meraih berbagai penghargaan dalam berbagai event musik tanah air.

Jadi pada akhirnya kita kembalikan lagi kepada pasar. Sebagus atau semolek apapun kita membuat lagu, tapi kalau masyarakat tidak suka mendengarnya. Maka lagu-lagu mereka tidak akan laku. Seperti sebuah fenomena kangen band. Band yang satu ini menuai berbagai kritikan tajam dari berbagai kalangan musisi senior dan pengamat musik. karena dinilai lagu-lagu mereka tidak berkualitas dan kampungan. Bahkan ada sebuah band raper yang membuat lagu isinya mengolok-olok band mereka. Namun dibalik semua itu ternyata album perdana mereka lewat label warner musik Indonesia malah terjual ratusan ribu keping. Ini menunjukan bahwa factor kualitas musik bukan menjadi masalah kalau masyarakat menerimanya. Kritikan dan cemoohan dari berbagai kalangan hanyalah sebuah minoritas kecil yang tidak akan mempengaruhi para pendengarnya. Karena factor bagus jeleknya sebuah musik tidak hanya ditentukan oleh para pengamat atau kritikus musik. Disini faktor masyarakat luas sebagai pendengarnya malah lebih mendominasi.

Hati-hati Plagiat

Jika ditanya adakah band saat ini yang mempunyai karakter musiknya berdasar ide sendiri. Maka tentu jawabannya tidak ada. Semua band-band saat ini pasti dipengaruhi oleh band-band lain yang diidolakannya. Sehingga tak pelak terkadang julukan sebagai penjiplak menghantui mereka.

Coba kita lihat musiknya dewa 19 yang banyak dipengaruhi oleh The Queen. Padi yang banyak dipengaruhi oleh U2, peterpan yang banyak dipengaruhi oleh nirvana. Dan masih banyak lagi.

Pada mulanya mereka jelas tidak ingin dicap sebagai penjiplak, namun pada akhirnya para pemerhati musik mengetahui beberapa nada-nadanya yang dipengaruhi tersebut. Sehingga mau tidak mau beberapa lagu mereka diklaim sebagai hasil jiplakan. Tetapi itu tidak banyak dihiraukan oleh para insan musik tersebut karena bagi mereka yang penting dalam satu lagu tidak sama persis.

Jika kita bicara musik, maka tidak akan bisa jauh dengan yang namanya penjiplakan, atau plagiator. Coba kita bayangkan. Jumlah not nada itu jumlahnya Cuma ada duabelas tangga. Namun dari duabelas tangga nada tersebut saat ini telah tercipta jutaan lagu diseluruh dunia sehingga sangat memungkinkan adanya kemiripan.

Banyak sekali kasus-kasus tentang penjiplakan lagu yang beredar ditengah-tengah masyarakat kita saat ini. Terkadang kasusnya hanya diselesaikan secara kekeluargaan saja, namun banyak pula yang sampai ke meja hijau. Baru-baru ini lagu baru naff yang berjudul kaulah hidup dan matiku diklaim mirip dengan lagunya once yang berjudul aku mau. Beberapa bulan yang lalu juga pernah mencuat kasus bahwa lagunya duo maia yang berjudul ingat kamu di klaim menjiplak salah satu artis lama karena lirik-liriknya sama persis tapi nadanya hamper mirip. tapi masalah itu tidak sampai meluas. Dan masih banyak lagi kasus-kasus penjiplakan lainnya.

Munculnya Band-band Baru

Jika dihitung-hitung mungkin saat ini banyak sekali band-band di Indonesia, baik dari yang masih seumur jagung, maupun yang tetap bertahan dari dulu. Namun saat ini kebanyakan band-band baru yang muncul tidak mempunyai karakter yang kuat, sehingga band mereka jarang yang bisa tahan lama.

Kalau kita ingin mendirikan sebuah grup band, sebaiknya kita perlu belajar banyak dari band-band kolot macam slank, dewa, iwan fals atau band lainnya yang lebih dulu muncul. Karena kita akan bisa belajar tentang bagaimana membentuk sebuah karakter, bagaimana mempertahankan keutuhan sebuah band agar tetap solid, sampai bagaimana carannya membuat lagu yang berkualitas sehingga disukai oleh masyarakat luas.

Mendirikan Sebuah Grup Band.

saat ini mungkin juataan masyarakat Indonesia bermimpi untuk mempunyai band yang banyak fansnya, kasetnya terjual jutaan keeping, dan konser-konsernya dihadiri ribuan para penggilanya. Berkaca dari band-band yang sudah terkenal lebih dahulu mungki impian tersebut harus kita kubur dalam-dalam dulu, karena dibalik semua itu ada sebuah proses panjang yang harus dilalui. Pertanyaannya, apakah kita siap menjalani proses tersebut. Apakah kita siap lagu-lagu kita di cemooh. Apakah kita siap lagu-lagu kita ditolak puluhan perusahaan rekaman, dan apakah kita siap mengorbankan kehidupan kita untuk benar-benar focus membuat band. Kalau kita tidak siap menjalani proses tersebut. Sebaiknya kita urungkan dulu untuk membuat sebuah grup band.

Memang terkadang terbentuknya sebuah grup band akibat iseng-iseng atau karena sebuah gank yang mereka bentuk disekolahan atau tempat kuliah. Tidak jarang band-band yang banyak kita kenal saat ini adalah bermula dari semua itu. Awalnya mungkin hanya tampil-tampil di sebuah festifal, keliling dari kafe ke kafe dan mengirimkan lagu-lagu indie mereka ke beberapa stasiun radio agar dikenal terlebih dahulu oleh masyarakat sebelum melangkah lebih jauh pada major label.

Kita mungkin sudah akrab dengan dewa 19. karena lagu-lagu mereka banyak menjadi hits. Tapi mungkin tidak banyak yang tau asal mula band ini terbentuk. Dewa 19 mungkin salah satu dari sekian banyak band yang bermula gank disebuah SMA. Para pendirinya adalah Ahmad Dhani, Andra Ramadhan, Erwin, dan Wawan. Perjalanan mereka sampai masa eksisnya saat ini tidak semulus yang kita bayangkan. Tak urung banyak orang tua dari mereka yang tidak setuju kalau anaknya berkecimpung pada dunia musik. Karena mereka ragu akan kemampuannya tersebut. Alhasil mereka harus backstreet dari orang tua mereka untuk tetap mempertahankan bend mereka. Namun ketika mereka sudah menjadi terkenal seperti sekarang ini. Orang tuannya mulai tersadar bahwa jalan yang telah mereka pilih memang sebuah pilihan hidup yang tepat.

Kita pasti tau juga dengan peterpan. Band yang digawangi oleh aril, uki, lukman dan desta ini awal mulanya hanya band yang keliling dari kafe ke kafe dikota bandung. Jadi ceritanya pada suatu waktu mereka manggung di salah satu kafe dikota kembang. Ada sebuah produser rekaman yang mengetahui penampilan mereka. Produser tersebut merasa tertarik dengan lagu-lagu yang dibawakan oleh peterpan. Akhirnya peterpan di ajak bergabung untuk mengisi sebuah album kompilasi yang akan diproduksi perusahaan rekaman produser tersebut. Peterpan menawarkan lagu mimpi yang sempurna untuk dimasukan pada album kompilasi tersebut yang berjudul kisah Malam 2002. tak disangka dan tak di duga dari duabelas lagu yang ditawarkan pada album tersebut. Lagunya peterpan menjadi paling hits. Merajai chard di berbagai radio, dan album kompilasi tersebut terjual ratusan ribu keeping.

Melihat kesuksesan tersebut akhirnya perusahaan rekaman tersebut tertarik untuk mengontrak peterpan membuat album full dengan karya-karya yang mereka bikin. Akhirnya munculah album taman langit yang ternyata langsung meraih platinum pada penjualan kasetnya. Setelah sukses dengan album full pertamanya akhirnya peterpan mencapai masa-masa puncaknya pada album kedua mereka yang berjudul bintang di sorga. Hamper semua lagu yang mereka tawarkan pada album tersebut menjadi hits di kalangan masyarakat, menjawarai event-event musik tanah air, dan albumnya telah terjual jutaan keeping. Sebuah penjualan album yang sangat fantastis. Setelah kesuksesan album kedua, pada album-album selanjutnya nama peterpan mulai turun pamor. Meskipun mereka tetap konsisten membikin album, tapi sudah tidak sesukses album pertama dan keduannya sampai sekarang. Bahkan desas-desusnya pada tahun ini peterpan akan merilis album barunya yang juedulnya masih dirahasiakan.

Tidak ada komentar: