Selasa, 12 Agustus 2008

Tentang Band dan Sejarahnya



BAND HISTORY

PERINTISAN

Awal mula kemunculan ”The Balik’s” bermula dari persahabatan empat orang cowo. Ardy, Fawa’id, Ridwan, dan Dasiman. Mereka kenal dalam satu kos ketika menuntut ilmu di kota tetangga Majalengka. Mereka semua merupakan murid salah satu SMK di Majalengka. persahabatan mereka makin lama menjadi semakin akrab dan dekat. Satu sama lainnya menampilkan sikap keterbukaan. Tak ayal jika salah satu dari mereka mengalami sebuah masalah maka akan dipecahkan bersama-sama. Jika ada salah satu teman yang sedang kesusahan maka mereka saling membantu dengan tulus dan ikhlas.

Ada satu kesamaan yang mereka miliki yaitu sama-sama suka musik. Terutama musik pop. Tak heran jika mereka semua sudah bisa bermain alat musik sejak kecil terutama gitar dan keybord. Bahkan ada salah satu dari mereka yang ikut salah satu grup Organ Indramayu.

Ketika mereka sedang BT di kos pasti akan dihabiskan dengan bermain musik bareng-bareng. Semua lagu-lagu pop yang sedang tren rata-rata sudah dihafalnya. Terkadang mereka bernyanyi-nyanyi sampai larut malam dan sampai tidak lupa waktu.

Karena seringnya mereka nyanyi-nyanyi bareng akhirnya mereka mempunyai inisiatif untuk membuat band. ini semua dipicu karena mereka mempunyai keahlian yang berbeda-beda. Ardy lebih suka nyanyi, dyaz lebih suka nge-drum, fawaid suka gitar dan bassis, dan ridwan juga suka gitar. Namun pada waktu itu band-nya belum di beri nama.

Sejak itu mereka mulai sering bolak balik studio musik. Meskipun mereka masih membawakan lagu-lagu orang lain, Tetapi mereka menjalaninya dengan serius. sedikit demi sedikit mereka mulai mencoba menciptakan lagu sendiri. modal untuk nge-band mereka peroleh secara patungan. Terkadang ketika mereka semua mulai boke tetap memaksakan diri untuk ngutang kepada teman-temannya.

Karena belum mempunyai nama, akhirnya mereka mulai berfikir-fikir untuk memunculkan nama untuk band-nya. Dan munculah nama Balik sebagai nama band-nya. Mereka semua setuju memakai nama Balik. Nama itu muncul karena kebiasaan mereka yang suka bolak-balik Indramayu-Majalengka. Itu dilakukannya hampir tiap minggu. Meskipun nama itu terdengar agak lucu, tapi sebenarnya nama tersebut memiliki arti yang sangat dalam.

BERDIRI

Pada tanggal 10 agustus mereka semua sepakat dijadikan hari berdirinya Balik Band. Sejak saat itu mereka mulai lebih serius lagi untuk nge-band. Itu terlihat mereka mulai mencoba menciptakan lagu sendiri. Dengan empat personil, ardy, Fewe, Dyaz, dan Ridwan Akhirnya mereka berhasil menyelesaikan sebuah lagu yang diberi judul ”Just For You” dan dijadikan single perdana lagu indie mereka. Lagu tersebut merupakan karya sang drumer, Dyaz sebagai penulis liriknya. Tapi dalam konsep musiknya mereka kerjakan bersama-sama.

Balik Band sebenarnya masih membutuhkan seorang gitaris lagi untuk mengisi personil ke lima, karena ridwan, sang gitaris satu butuh teman untuk membantu konsep musik yang di garap. Akhirnya pada pertengahan Desember bergabunglah Deni, sebagai gitaris dua. Deni sebenarnya bukanlah orang yang asing. Dia sudah berteman semenjak sekolah di Majalengka. Keahliannya dalam main gitar sudah tidak bisa di ragukan lagi. Sehingga ketika dia menyatakan ketertarikannya untuk bergabung dengan Balik Band. Para personil Balik Band langsung menyepakatinya secara serempak. Dengan masuknya Deni tentu menjadi suntikan yang sangat berharga bagi Balik Band.

Memasuki tahun 2008 mereka akhirnya mengubah sedikit nama band-nya. Dari yang dulunya hanya Balik. Kini di tambahi dengan kata ”The” di depannya dan sebuah huruf ”s” kecil dibelakangnya. Dan jadilah nama ”The Balik’s” yang menurut mereka lebih funky dan gaul. Mencontoh nama-nama band yang sudah populer lebih dulu seperti, The Rock, The Titans, The Flay, dan masih banyak lagi nama Band terkenal yang memakai awalan nama The.

Lagu perdana mereka sebenarnya sangat cocok jika dinyanyikan berdua dengan cewe. Tapi karena hanya memiliki satu vokalis cowo akhirnya mereka mulai mencari-cari vokalis cewe. kemudian bergabunglah salah satu vokalis cewe, namanya Uswatun Khasanah, tapi biasa disapa teman-temannya dengan nama Uus. Masuknya uus bukan dari hasil audisi atau kontes-kontes yang biasa dilakukan oleh grup band ternama. Tapi karena proses instan dari teman-keteman. Jadi ceritanya dyaz punya teman namanya Danu. Dia sama-sama sekolah di Majalengka. Danu bilang sama dyaz kalau dia punya teman cewe yang suaranya bagus. Danu tahu karena Uus tak lain dulunya seorang artis salah satu grup Qosidah Indramayu, Yang sudah malang melintang cukup lama. Akhirnya dyaz dikenalin sama Uus. Tanpa perlu proses panjang dan bertele-tele akhirnya setelah pertemuan tersebut Uus langsung dipinang menjadi vokalis kedua ”The Baliks”. Diaz merasa karakter suara Uus sangat cocok untuk menyanyikan debut single ”just for you”. Uus pun langsung menerimanya dengan senang hati.

Sejak awal bulan januari Uus pun resmi bergabung. Meskipun dia sekolah di Indramayu tapi tidak menyurutkan niatnya untuk bergabung dengan ”The Baliks”. Karena merasa bakatnya menyanyi perlu lagi untuk dikembangkan. Karena sangat mubadzir jika punya bakat hanya dipendam saja. ”The Baliks” pun mulai lebih semangat untuk berlatih karena sudah memiliki performance yang baik dengan masuknya vokalis cewe. Musik mereka menjadi lebih berwarna dan menarik.

Meskipun Uus satu-satunya personil cewe tapi teman-teman nge-bandnya tidak pernah mendiskriminasikannya. Mereka tetap memperlakukan secara adil layaknya teman-teman lainnya. Karena bagi mereka di zaman yang modern ini baik cowo atau cewe mempunyai hak yang sama untuk melakukan tindakan apa saja.

PENGALAMAN

Berkat modal patungan akhirnya ”The Baliks” mampu rekaman untuk single perdananya. Rekaman dilakukan pada salah satu studio musik di kota Majalengka. Mereka sangat serius menggarap single perdananya. Karena mereka menginginkan single perdananya bisa menjadi lagu yang akan mengantarkannya ke arah yang lebih sukses lagi dan bisa diperhitungkan pada industri musik tanah air.

Setelah selesai rekaman, lagu mereka mulai disebarkan baik di radio-radio yang suka memutar lagu-lagu indie ataupun dari teman keteman. sejak saat itu pula mereka mulai sering manggung. Terutama jika ada vestifal band. Mereka pasti tak akan ketinggalan untuk mengikutinya. Selain itu juga mereka sering tampil di sekolah-sekolah terutama jika ada acara perpisahan atau pensi.

Hasilnya memang cukup memuaskan bagi band indie sekelas ”The Balik’s”. Lagu-lagu mereka mulai dikenal oleh publik terutama di Indramayu. Meskipun secara finansial mereka tidak mendapatkan apa-apa tapi secara psikologis membawa kepuasan tersendiri karena lagu yang mereka buat banyak yang menyukainya. Hasil jerih payahnya yang mereka persembahkan bagi para pecinta musik tidak sia-sia.

Selang beberapa bulan, tepatnya pada awal bulan juli The Balik’s kembali rekaman untuk single ke duanya. Seperti biasa rekaman dilakukan pada salah satu studio musik di kota majalengka. Lagunya berjudul Kau Tetap Milikku (KTM). Lagu ini merupakan karya sang bassis Fewe. Berbeda dengan single perdana, Pada lagu ini hanya dinyanyikan oleh uus sebagai vokalis tunggal. Karena dari karakter lagunya hanya cocok dibawakan oleh satu orang. Sebaliknya sang vokalis cowo, ardy mengisi kekosongan sebagai keybordis.

Single keduanya pun kembali menuai sambutan yang positif bagi para pecinta musik indie. Seperti single perdananya, single kedua pun banyak yang menyukainya. Para fan’s yang diberi nama Balik Mania pun banyak yang mengucapkan pujian dan ucapan selamat kepada the balik’s melalui baik secara langsung maupun lewat sms.

Kini The Balik’s pun semakin pede untuk meniti karir ke jenjang yang lebih serius lagi. Modal dua single yang di sambut positif oleh pecinta musik pun menjadi suntikan moral yang sangat berharga. The Balik’s akan terus berkarya dan berjuang mempertahankan konsistensi dan kekompakan dalam bermusik.

Meskipun memulai awal dengan kesuksesan tidak lantas membuat mereka lupa diri. Mereka sadar masih banyak yang perlu dikembangkan lagi. Paling tidak itu bisa menjadi modal awal untuk mencapai kesuksesan-kesuksesan lainnya yang siap mereka capai. Ibarat kata pepatah mereka baru menjalankan satu langkah. Masih beribu-ribu bahkan berjuta-juta langkah lagi yang harus mereka lalui.

Tidak ada komentar: